JURNAL SINTA

Apa Itu Jurnal SINTA 3? Pengertian, Kriteria, dan Perbedaannya dengan Peringkat SINTA Lain

Mengenal pengertian jurnal SINTA 3, kriteria penilaian ARJUNA, serta perbedaannya dengan peringkat SINTA 1 hingga 6.

Bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa tingkat akhir di lingkungan perguruan tinggi keagamaan maupun umum, istilah “jurnal SINTA 3” pasti sudah tidak asing lagi. Peringkat ini sering menjadi target realistis bagi penulis yang ingin mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi tanpa harus bersaing ketat di level SINTA 1 atau SINTA 2. Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian jurnal SINTA 3, kriteria penilaiannya, serta bagaimana posisinya dibandingkan peringkat SINTA lainnya, lengkap dengan penjelasan praktis yang bisa langsung dijadikan pegangan sebelum menentukan target publikasi.

Mengenal SINTA sebagai Sistem Pengindeks Jurnal Nasional

SINTA atau Science and Technology Index adalah portal yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memetakan kinerja ilmiah peneliti, penulis, jurnal, dan institusi di Indonesia. Melalui SINTA, jurnal nasional yang telah terakreditasi oleh ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) dikelompokkan ke dalam enam tingkatan, mulai dari SINTA 1 sebagai peringkat tertinggi hingga SINTA 6 sebagai peringkat terendah.

Pengelompokan ini penting karena menjadi acuan bagi banyak kampus dalam menilai kualitas publikasi dosen dan mahasiswanya, baik untuk keperluan kenaikan jabatan fungsional, syarat kelulusan, maupun akreditasi program studi. Selain sebagai alat ukur administratif, SINTA juga berfungsi sebagai basis data yang memudahkan siapa pun menelusuri rekam jejak publikasi seorang akademisi maupun sebuah lembaga penelitian secara terbuka dan terverifikasi.

Sistem ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 dan terus mengalami pembaruan, baik dari sisi antarmuka, metode penilaian, maupun integrasi dengan basis data sitasi internasional seperti Scopus dan Google Scholar. Dengan demikian, status akreditasi sebuah jurnal di SINTA bukan sesuatu yang statis, melainkan dapat berubah setiap periode evaluasi sesuai dengan kinerja pengelolaan jurnal tersebut.

Pengertian Jurnal SINTA 3

Jurnal SINTA 3 adalah jurnal nasional yang memperoleh nilai akreditasi pada rentang tertentu berdasarkan penilaian ARJUNA, berada tepat di bawah SINTA 2 namun di atas SINTA 4. Nilai ini mencerminkan jurnal dengan kualitas pengelolaan yang baik, proses tinjauan sejawat (peer review) yang berjalan cukup ketat, serta konsistensi terbit yang terjaga, meskipun belum berada pada level tertinggi seperti SINTA 1 atau SINTA 2.

Secara praktis, jurnal SINTA 3 banyak dipilih karena tingkat persaingannya yang lebih moderat dibanding SINTA 1-2, namun tetap diakui secara resmi sebagai jurnal terakreditasi nasional oleh pemerintah. Artinya, artikel yang terbit di jurnal SINTA 3 tetap tercatat dan terhitung dalam metrik kinerja ilmiah penulis, tetap dapat digunakan sebagai bukti karya ilmiah untuk berbagai keperluan administratif, dan tetap memiliki nilai akademik yang sah di mata institusi maupun asesor.

Penting dipahami bahwa “SINTA 3” bukan nama jurnal, melainkan label peringkat akreditasi yang melekat pada sebuah jurnal setelah dinilai oleh tim asesor ARJUNA. Satu jurnal bisa saja mengalami perubahan peringkat dari periode ke periode — naik menjadi SINTA 2 apabila kualitasnya meningkat, atau turun ke SINTA 4 apabila terjadi penurunan kinerja pengelolaan, misalnya keterlambatan terbit yang berulang.

Kriteria Penilaian yang Menentukan Peringkat SINTA 3

Beberapa aspek yang umumnya dinilai dalam proses akreditasi ARJUNA sehingga sebuah jurnal berada di peringkat SINTA 3 antara lain:

  • Konsistensi penerbitan — jurnal terbit secara berkala sesuai jadwal yang telah ditetapkan, tanpa keterlambatan yang signifikan dari periode ke periode.
  • Kualitas dewan editor dan mitra bestari — melibatkan reviewer dengan kompetensi keilmuan yang relevan dan berasal dari berbagai institusi, bukan hanya dari kampus pengelola jurnal itu sendiri.
  • Kepatuhan pada kaidah penulisan ilmiah — memuat perumusan masalah, metode, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka yang lengkap serta konsisten dari satu artikel ke artikel lain.
  • Pengelolaan melalui Open Journal System (OJS) — proses submit, review, hingga publikasi dilakukan secara daring dan transparan, sehingga jejak proses editorial dapat ditelusuri.
  • Sitasi dan dampak keilmuan — sejauh mana artikel yang diterbitkan dirujuk oleh peneliti lain, yang biasanya diukur melalui h-index dan jumlah sitasi di Google Scholar maupun basis data lain.
  • Kelengkapan identitas jurnal — ketersediaan ISSN, DOI pada setiap artikel, serta informasi etika publikasi (publication ethics) yang jelas.

Perbedaan SINTA 3 dengan Peringkat SINTA Lainnya

Untuk memahami posisi SINTA 3, berikut gambaran umum karakteristik pada setiap peringkat, dari yang tertinggi hingga terendah:

  • SINTA 1: kualitas tertinggi, umumnya jurnal dengan reputasi sangat mapan, tata kelola editorial yang matang, dan tingkat sitasi tinggi. Banyak di antaranya juga terindeks di basis data internasional bereputasi.
  • SINTA 2: kualitas sangat baik dengan pengelolaan yang matang, proses review yang ketat, namun belum semapan SINTA 1 dari sisi dampak sitasi atau jangkauan internasional.
  • SINTA 3: kualitas baik, cocok bagi penulis yang ingin publikasi terakreditasi dengan proses yang relatif lebih terjangkau dari sisi kompetisi, namun tetap menuntut naskah yang tersusun rapi dan orisinal.
  • SINTA 4: kualitas cukup baik, umumnya jurnal yang masih dalam tahap pengembangan menuju standar pengelolaan yang lebih matang.
  • SINTA 5 dan SINTA 6: peringkat di bawahnya dengan standar pengelolaan yang masih dalam tahap pengembangan awal, biasanya jurnal yang baru pertama kali diakreditasi.

Semakin tinggi peringkat SINTA, semakin ketat pula standar mutu dan proses seleksi naskah yang diberlakukan. Karena itu, SINTA 3 sering dianggap sebagai “titik tengah” yang ideal — cukup bergengsi untuk diakui secara akademik, namun peluang diterimanya naskah relatif lebih terbuka dibanding SINTA 1 atau 2. Perbedaan ini juga berdampak pada waktu tunggu proses review: semakin tinggi peringkat, biasanya semakin panjang pula antrean dan proses seleksinya karena jumlah naskah yang masuk juga jauh lebih banyak.

Mengapa SINTA 3 Banyak Dipilih Akademisi?

Beberapa alasan jurnal SINTA 3 menjadi pilihan populer di kalangan dosen, peneliti, maupun mahasiswa:

  1. Memenuhi syarat administratif banyak kampus untuk kelulusan mahasiswa maupun kenaikan pangkat dosen, termasuk untuk pengajuan angka kredit.
  2. Proses review dan waktu terbit umumnya lebih singkat dibanding jurnal peringkat atas, sehingga cocok bagi penulis dengan tenggat waktu tertentu.
  3. Tetap tercatat resmi dalam sistem SINTA sehingga sitasinya terhitung dalam metrik kinerja ilmiah penulis di profil SINTA ID masing-masing.
  4. Tersedia dalam berbagai rumpun ilmu, mulai dari pendidikan, hukum, keperawatan, ekonomi, hingga ilmu keislaman, sehingga mudah menemukan jurnal yang sesuai dengan bidang kajian.
  5. Menjadi batu loncatan yang realistis bagi penulis pemula sebelum mencoba menembus jurnal SINTA 2 atau SINTA 1 di kemudian hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan seputar Jurnal SINTA 3

Apakah jurnal SINTA 3 setara dengan jurnal internasional? Tidak. SINTA 3 adalah akreditasi nasional yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, berbeda dengan pengindeks internasional seperti Scopus atau Web of Science yang memiliki standar dan proses penilaian tersendiri.

Apakah peringkat SINTA 3 bersifat permanen? Tidak. Status ini dievaluasi ulang secara berkala, sehingga sebuah jurnal dapat naik atau turun peringkat tergantung kinerja pengelolaannya dari periode ke periode.

Bagaimana cara memastikan sebuah jurnal benar-benar berstatus SINTA 3? Cara paling aman adalah memeriksa langsung status akreditasi jurnal tersebut melalui situs resmi SINTA, bukan hanya berdasarkan klaim yang tercantum pada laman jurnal itu sendiri.

Kesimpulan

Jurnal SINTA 3 merupakan jurnal nasional terakreditasi yang menjadi pilihan strategis bagi dosen, peneliti, maupun mahasiswa yang ingin mempublikasikan karya ilmiah secara resmi dan diakui. Memahami kriteria dan posisinya di antara peringkat SINTA lain akan membantu penulis menentukan target jurnal yang paling sesuai dengan kebutuhan akademiknya, sekaligus menghindari kesalahpahaman umum seputar apa yang sebenarnya diukur oleh sistem akreditasi ini.

Sumber referensi: blog.pusatpublikasi.id

Tinggalkan Komentar